Pengertian Belajar
Banyak definisi para ahli tentang belajar, diantaranya adalah sebagai berikut: (Pupuh dan Sobri, 2009:6 )
1.Menurut Skinner
Mengartikan belajar sebagai suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlaku secara progresif.
2.Menurut Hilgard & Bower
Dalam
bukunya Theories of Learning mengemukakan bahwa belajar
berhubungan dengan perubahan tingkah laku seseorang terhadap
suatu situasi tertentu yang disebabkan oleh pengalamannya yang
berulang-ulang dalam situasi itu, dimana pembawaan, kematangan
atau keadaan-keadaan sesaat seseorang (misalnya kelelahan, pengaruh
obat dan sebagainya).
3.M. Sobry Sutikno
Dalam
bukunya Menuju Pendidikan Bermutu, mengartikan belajar adalah
suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk memperoleh suatu
perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya. Perubahan yang dimaksud disini adalah
perubahan yang dilakukan secara sadar (disengaja) dan tertuju untuk
memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya.
4.C. T. Morgan
Dalam
introduction to psykology merumuskan belajar sebagai suatu
perubahan yang relatif dalam menetapkan tingkah laku sebagai akibat atau
hasil dari pengalaman yang lalu.
5.Thursan Hakim
Dalam
bukunya Belajar Secara Efektif, mengartikan belajar adalah suatu
proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan
tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas
tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap,
kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya fikir, dan lain-lain
kemampuannya.
Dari
beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar pada
hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi di dalam diri
seseorang setelah melakukan aktivitas tertentu. Walaupun pada
kenyataanya tidak semua perubahan termasuk kategori belajar.
Misalnya, perubahan fisik, mabuk, gila dan sebagainya.
Dalam
belajar yang terpenting adalah proses bukan hasil yang
diperolehnya. Artinya, belajar harus diperoleh dengan usaha
sendiri, adapun orang lain itu hanya sebagai perantara atau penunjang
dalam kegiatan belajar agar belajar itu dapat berhasil dengan baik.
Ketika seorang anak mendapatkan hasil tes yang bagus tidak bisa
dikatakan sebagai belajar apabila hasil tesnya itu didapatkan dengan
cara yang tidak benar, misalnya hasil mencontek.
Tujuan Belajar
Diantara beberapa tujuan belajar adalah sebagai berikut: (Sadirman, 2008:28)
1.Untuk mendapatkan pengetahuan
Hal
ini ditandai dengan kemampuan berfikir. Pemilikan pengetahuan dan
kemampuan berfikir sebagai yang tidak bisa dipisahkan. Dengan
kata lain tidak dapat mengembangkan kemampuan berfikir tanpa
bahan pengetahuan, sebaliknya kemampuan berfikir akan memperkaya
pengetahuan. Tujuan ialah yang memiliki kecenderungan lebih besar
perkembanganya di dalam kegiatan belajar. Dalam hal ini peran
guru sebagai pengajar lebih menonjol.
2.Penanaman konsep dan keterampilan
Penanaman
konsep atau merumuskan konsep, juga memerlukan suatu keterampilan.
Keterampilan itu memang dapat di didik, yaitu dengan banyak melatih
kemampuan.
3.Pembentukan sikap
Dalam
menumbuhkan sikap mental, perilaku dan pribadi anak didik, guru harus
lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatanya. Untuk ini
dibutuhkan kecakapan mengarahkan motivasi dan berfikir dengan tidak lupa
menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar anak dapat dibagi menjadi dua yaitu : (Slamet, 1996:34)
1. Faktor yang berasal dari diri anak
a.Faktor fisiologi yaitu faktor yang meliputi jasmani anak. Apakah anak sehat, tidak sehat (sakit)?
b.Faktor
psychology yaitu faktor yang meliputi rohani yang mendorong aktivitas
belajar anak. Hal ini berpengaruh pada : taraf intelegensi,
motivasi belajar, sosial ekonomi, sosial budaya dan lain-lain.
2. Faktor yang berasal dari luar diri anak
a.Faktor
non sosial yang meliputi keadaan udara; waktu (pagi; siang dan sore),
tempat dan alat-alat yang dipakai dalam pembelajaran.
b.Faktor sosial yang meliputi pendidik, metode pengajaran.
Reference
1.Fathurrohman, Pupuh dan Sobry Sutikno. 2009. Strategi Belajar Mengajar Bandung: PT Rafika Aditama.
2.Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
3.Slamet. 1996. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.





0 komentar:
Posting Komentar